Gunung Rinjani merupakan gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia. Gunung ini terletak di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Secara administratif, Gunung Rinjani berada pada wilayah kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Barat.

Gunung ini memiliki ketinggian sekitar 3.726 m dpl dan terletak pada lintang 8º25′ LS dan 116º28′ B T. Gunung Rinjani ini termasuk dalam bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani yang luasnya sekitar 41.330 ha.

 

Topografi

Jika kamu berada di atas puncak Gunung Rinjani, kamu dapat melihat sebagaian besar pemandangan Pulau Lombok bagian utara. Karena titik tertinggi Gunung Rinjani sekitar 3.726 m dpl.

Sebelah barat kerucut Gunung Rinjani, kamu akan melihat kaldera yang memiliki luas area sekitar 3.500 m X 4.800 m dengan bentuk memanjang ke arah timur dan barat. Di dalam area kaldera, kamu akan melihat Segara Anak dan di sebelah selatan Danau Segara Anak terdapat Segara Endut.

Sebelah timur kaldera, kamu akan melihat Gunung Baru dimana gunung ini memiliki kawah yang ukurannya sekitar 170mX200m dan ketinggiannya antara 2.296-2376 m dpl.

Dalam mendaki Gunung Rinjani, ada beberapa jalur yang biasa digunakan. Berikut akan kami tampilkan peta topografi dan keterangan setiap jalur yang ada.

1. JALUR SENARU

Jalur senaru adalah jalur pendakian yang selain digunakan oleh para pendaki, digunakan juga oleh masyarakat lokal untuk melakukan suatu ritual keagamaan tertentu. Kegiatan keagamaan ini biasanya dilakukan di puncak Rinjani atau Danau Segara Anak.

Karena itu, jalur senaru menjadi jalur paling ramai diantara jalur pendakian lainnya. Jika Anda suka keramaian, Anda bisa memilih mendaki lewat jalur ini.

Mendaki gunung Rinjani melewati jalur senaru memakan waktu kurang lebih sekitar 10-12 jam. Rute yang dilewati yaitu Senaru – Pelawangan Senaru – Danau segara anak. Sepanjang perjalanan, Anda akan disuguhi dengan pemandangan hutan belantara dan bebatuan yang dapat menyejukan mata.

Jika letih melanda, Anda bisa beristirahat disetiap pos yang sudah disediakan. Sepanjang rute perjalanan dari pintu gerbang senaru sampai danau segara anak tersedia 3 pos yang memiliki sarana peristirahatan.

Kalau Anda membutuhkan informasi seputar jalur pendakian gunung Rinjani, Anda bisa menghubungi Pusat Pendakian Terpadu (Rinjani Trek Centre) yang merupakan hasil kerjasama dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani(TNGR) dengan New Zealand Asistance International Development(NZAID).

Perjalanan dari danau segara anak ke puncak gunung Rinjani harus melewati Pelawangan Sembalun yang berjarak sekitar 4 jam. Dari Pelawangan Sembalun ini Anda harus melanjutkan perjalanan selama sekitar 4 – 5 jam sebelum akhirnya sampai di puncak Rinjani.

Biasanya para pendaki melakukan pendakian pada dini hari sekitar jam 2 pagi. Hal ini dilakukan karena para pendaki ingin mengincar pemandangan indah saat sunrise(matahari terbit) dari puncak gunung Rinjani yang terkenal Indah.
Jika cuaca sedang cerah, dari puncak gunung Rinjani Anda akan dapat melihat pemandangan seluruh Lombok bahkan pulau Bali sekalipun.

2. JALUR SEMBALUN

Berbeda dengan jalur senaru yang merupakan jalur teramai dan lebih terkesan sebagai jalur wisata. Jalur sembalun ini biasanya digunakan oleh para penggemar trekking. Rute yang dilewati adalah gerbang sembalun lawang – pelawangan sembalun – puncak rinjani yang memakain waktu pendakian selama 9 – 10 jam.

Jalur ini cukup dramatis jika dibandingkan dengan jalur-jalur lainnya. Padang savana dan trek pegununan yang berliku-liku dengan jurang disamping kanan dan kiri akan menjadi santapan Anda jika memilih jalur ini.

Sebenarnya jalur ini tidaklah securam jalur senaru, namun karena melewati padang savana, sinar terik matahari akan menjadi teman setia Anda pada sepanjang perjalanan. Namun teriknya matahari akan kalah dengan pemandangan indah dari padang dan hutan beserta hamparan lembah berwarna hijau yang luas di sebelah timur gunung Rinjani.

Bahkan jika Anda menatap sedikit lebih jauh ke arah selatan, Anda akan dapat melihat indahnya Pulau Sumbawa dan Selat Alas di kejauhan.

Sesampainya di puncak, Anda dapat istirahat serambi melihat indanya panorama alam dan berfoto ria bersama kawan-kawan sepanjang perjalanan. Anda juga bisa berbangga diri karena telah berhasil menapaki salah satu puncak gunung terindah yang ada di Indonesia.

3. JALUR TOREAN

Jalur torean merupakan jalur pendakian yang melewati Desa Torean menuju kali Tiu. Sepanjang jalan Anda dapat melihat perkebunan, padang pengembalaan, ladang dan kawasan hutan produksi.

Disepanjang jalur ini Anda dapat menemukan berbagai jenis tumbuhan seperti Bajur, Rotan Hutan, Lengsir, Bangsal, Klokos Udang, Bunut, Juwet, Jambu, Ketimunan, Paku-pakuan, Tapan Dawa dan Rajumas.

Selain tumbuhan, Anda juga dapat menemui berbagai jenis burung seperti Srigunting, Dweuh, Perkici dan Kecial.

Stratigrafi

Stratigrafi berasal dari bahasa Latin, yaitu strata yang berarti perlapisan atau hamparan dan Grafia yang berarti menggambarkan. Stratigrafi adalah salah satu cabang ilmu geologi yang mempelajari tentang lapisan-lapisan bantuan dan hubungan lapisan batu yang satu dengan yang lainnya. Tujuan dari stratigrafi adalah untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan tentang sejarah dari bumi.

Dari hasil perbandingan atau korelasi antar lapisan yang berbeda tersebut bisa dikembangkan lebih lanjut dengan ilmu litostratigrafi (litologi), biostratigrafi (kandungan fosil), dan kronostratigrafi (umur relative ataupun absolutnya).

Prinsip-prinsip yang dipakai dalam penentuan urutan kejadian geologi, antara lain:

Prinsip Superposisi

Pada prinsip ini, pada kerak bumi tempat diendapkannya sedimen, lapisan paling tua akan diendapkan di paling bawah, terkecuali pada lapisan yang mengalami pembalikan.

Hukum Datar Asal

Prinsip ini mengatakan bahwa bahan material sedimen yang dipengaruhi oleh gaya gravitasi akan membentuk lapisan yang horizontal atau mendatar.

Teori Katastrofisme

Prinsip ini menyatakan bahwa Bumi pada masa lalun sudah dipengaruhi oleh berbagai kejadian bencana yang terjadi secara tiba-tiba dan dengan sangat cepat sehingga mempengaruhi seluruh bumi.

Azas Pemotongan (Cross Cutting)

Prinsip ini mengatakan bahwasanya bagian tubuh instrusi atau sesar harus memiliki usia yang lebih muda daripada batuan yang diterobosnya.

Azas Suksesi Fauna

Dalam penggunaan fosil untuk menetukan umur geologi berdasarkan atas dua asumsi dalam evolusi organik. Asumsi pertama mengatakan bahwa organism selalu berubah sepanjang waktu dan perubahan yang sudah terjadi pada organism tersebut sudah tidak dapat diulang kembali.

Sedangkan pada asumsi kedua mengatakan bahwa kenampakan-kenampakan anatomi bisa ditelusuri lewat catatan fosil pada lapisan paling tua yang mewakili keadaan primitive organism tersebut.

Prinsip Kesinambungan Lateral

Prinsip ini mengatakan, lapisan sedimen diendapkan secara secara terus menerus dan berkesinambungan hingga batas cekungan sedimentsinya.

Siklus Geologi

Pada siklus geologi, terdiri dari proses Orogenesa atau pembentukan deretan pegunungan, proses Gliptogenesa atau proses Eksogen/Denudasi dan proses Litogenesa atau pembentukan lapisan sedimen. Bumi tercatat sudah Sembilan kali mengalami siklus geologi, dan yang paling mudah adalah terbentuknya deretan pegunungan Alpen.

Teori Uniformitarianisme

Teori ini menyimpulkan bahwa proses-proses alam berlangsung secara berkesinambungan dan proses-proses aam yang terjadi saat ini juga terjadi di masa lalu, namun dengan identitas yang berbeda.

Unsur-unsur stratigrafi ada beberapa macam, yakni:

Elemen Batuan

Pada stratigrafi batuan, yang lebih dipelajari lebih dalam ialah batuan sedimen. Hal ini karena batuan tersebut mempunyai perlapisan, namun terkadang batuan beku dan metamorf juga dipelajari.

Elemen Perlapisan

Perlapisan adalah salah satu sifat batuan sedimen yang terjadi akibat proses pengendapan, sehingga menghasilkan bidang batas antara lapisan yang satu dengan lapisan yang lainnya. Perlapisan ini mempresentasikan perbedaan waktu dari pengendapan batuan tersebut.

Secara stratigrafi, Gunung Rinjani terdiri dari batuan klastik Neogen dan batuan gunung api Oligo-Miosen. Gunung Rinjani pernah beberapa kali mengalami letusan. Sejak tahun 1847, gunung ini sudah 7 kali meletus. Jarak terpendek antara letusan satu dengan letusan berikutnya sekitar 1 tahun dan jarak terpanjang sekitar 37 tahun.

Seperti yang disebutkan oleh Koesoemadinata (1979), bahwa aktivitas dari Gunung Rinjani setelah terjadi pembentukan kaldera ialah proses pembentukan kembali. Kegiatan pembentukan kembali ini ada dua, yaitu efusiva yang pada akhirnya menghasilkan lava dan eksplosiva yang akhirnya membentuk piroklastik atau endapan bahan lepas.

Lava ini biasanya berwarna hitam dan saat melelh terlihat seperti mengeluarkan busa. Peristiwa peletusan setelah pembentukan kaldera akan relative lebih lemah, dan lava yang telah dikeluarkan oleh Gunung Barujari dan Gunung Rombongan relative lebih basa jika dibandingkan dengan lava gunung api yang lainnya di Indonesia.

Kemungkinan terjadinya awan panas saat letusan memuncak sangatlah kecil. Bahan letusan yang biasanya diendapkan ada di bagian dalam kalderanya saja. Aliran lava, lahar hujan, lahar letusan, dan awan panas guguran memiliki peluang untuk mengarah ke kokok Putih sampai Batusantek. Awan panas guguran ini bisa terjadi di sepanjang lelehan baru yang masih bergerak, meskipun kemungkinan terjadinya juga kecil.

Struktur dan Tektonik

Kaldera Segara Anak memiliki bentuk yang melonjong ke arah barat-timur. Bentuk tersebut diduga berkaitan dengan struktur retakan dibatuan dasar. Gunung Rinjani dibentuk oleh kegiatan tunjaman dasar Samudra Hindia dan di bawah pinggiran Lempeng Asia Tenggara.

Geologi struktur dan tektonik keduanya merupakan ilmu yang mempelajari deformation of earth’s crust and lithosphere. Geologi struktur biasanya terpaut dengan struktur pada skala regional dan mikrokospik.

Sedangkan tektonik terkait dengan skala regional maupun global, semisal development of sedimentary basins, organic system, metamorphism dan igneous activities yang terkait dengan deformasi batuan.

Tektonik

Tektonik merupakan cabang dari ilmu geologi yang mempelajari hubungan dan evolusi deformasi dengan skala besar di bagian luar bumi yang disebabkan oleh gaya-gaya yang bekerja di dalam bumi.

Secara umum tektonik mempunyai arti yang sama dengan struktur geologi yaitu membangun atau mengkonstruksi dengan skala yang lebih besar. Tektonofisik ialah bagian dari ilmu tektonik yang mempelajari mekanisme tektonik dari sudut sifat fisika bumi.

Tektonik lempeng ialah suatu kesatuan teori yang berdasarkan observasi serta bukti-bukti dari fisika, biologi, kimia, mekanika dan kinematika dari bumi.

Teori yang sesungguhnya telah dimulai pada tahun 1920 dan baru dikembangkan secara luas semenjak tahun 1960 oleh para pakar ahli di bidang kebumian, dimana teori ini dianggap sangat penting karena mampu menjelaskan fenomena alam seperti gempa bumi, palung, vulkanisme, pegunungan lipatan dan juga pengapungan benua (Continental Drift).

Batasan umum dalam ialah bahwa bagian luar dari struktur bumi mempunyai sifat rigid yang dinamakan lithosphere yang terpecah-pecah menjadi sekitar 10 pecahan yang cukup besardan kemungkinan terdapat pecahan-pecahan kecil sekitar 20 pecahan.

Pecahan-pecahan tersebut disebut sebagai lempeng (plate) yang bpada umumnya memiliki ketebalan rata-rata: 50 hingga 100 km.

Pergerakan lempeng tektonik bisa terjadi disebabkan kepadatan relative litosfer serta kareakter astenosfer yang lemah. Pelepasan suhu panas dari mantel menjadi sumber asli energy yang mampu menggerakan lempeng tektonik tersebut.

Ketika terjadinya pembentukan di mic oceanic ridge, litosfer samudra pada awalnya mempunyai tingkat kepadatan yang lebih rendah jika dibandingkan dengan astenosfer sekitarnya. Namun kepadatan ini mulai meningkat seiring dengan waktu yang berjalan, karena terjadi pendinginan dan ketebalan.

Besarnya tingkat kepadatan astenosfer pada bagian bawah menjadikan kemungkinan akan terjadinya penyusupan mantel yang berada di zona subduksi sehingga menjadi sumber terbesar untuk menggerakan lempeng tersebut.

Kelemahan astenosfer memungkinkan lempengan untuk mampu bergerak dengan mudah menuju ke arah subduksi meskipun subduksi diakui sebagai kekuatan utama terkuat penggerak lempeng.

Teori yang dapat dipakai untuk menerangkan proses terjadinya pergerakan lempeng tektonik ini ialah teori seafloor spreading yang menerangkan bahwa di daerah punggung tengah samudra terjadi pembubungan arus konveksi (upwelling) dan juga sekaligus membentuk kerak benua dan samudra.

Geologi Struktur

Geologi struktur ialah bagian dari ilmu geologi yang mempelajari bentuk arsitektur bebatuan sebagai hasil dari proses deformasi. Proses deformasi ialah proses perubahan bentuk dari ukuran pada batuan disebabkan adanya gaya yang terjadi di dalam bumi.

Dalam pengertian umum geologi struktur ialah ilmu yang mempelajari bentuk batuan sebagai bagian dari kerak bumi dan menjelaskan proses terjadinya pembentukan tersebut.

Pada dasarnya, geologi struktur Indonesia adalah suatu usaha untuk mengetahui pola struktur dari kepulauan Indonesia, serta mencoba untuk menganalisa sejarah pembentuka yang dilandasi oleh teori tektonik lempeng.

Beberapa orang menganggap bahwa geologi struktur lebih ditekankan pada ilmu yang mempelajari mengenai unsure-unsur struktur geologi contohnya perlipatan (fold), sesar (fault), rekahan (fracture) dan lain sebagainya, sebagai bagian dari satuan tektonik (tectonic unit), sedangkan tektonik dan geotektonik dikenal sebagai studi dengan skala yang lebih besar lagi, yang mempelajari objek-objek geologi semisal rangkaian pegunungan, lantai samudera, cekungan sedimentasi dan lain sebagainya.

Puncak Gunung Rinjani

Bagi para pecinta alam, melakukan pendakian di Gunung Rinjani merupakan sebuah kebanggaan tersendiri. Tingkat pendaki yang mengunjungi Gunung Rinjani terus meningkat dari tahun ke tahun, baik pendaki lokal maupun pendaki mancanegara.

Pendakian yang paling banyak dilakukan adalah pada bulan Juli dan Agustus. Kebanyakan para pendaki adalah pelajar/mahasiswa yang ingin merayakan HUT RI. Selain mengunjungi Gunung Rinjani, salah satu lokasi destinasi para pendaki adalah Danau Segara.

Mendaki puncak Gunung Rinjani telah menjadi objek wisata andalan di kawsan taman nasional Gunung Rinjani. Sebagai gunung vulkanik yang masih aktif ke dua tertinggi yang ada di indonesia, Gunung Rinjani  merupakan tujuan utama bagi para pencinta alam juga para petualang. Sebab jika para pencinta alam ataupun para petualang jika sudah berhasil mencapai akhir puncak Gunung Rinjani, akan menjadi suatu kebanggaan tersendiri.

Gunung Rinjani terletak di Nusa Tenggara Barat di pulau Lombok yang memiliki ketinggian sekitar 3.729 M diatas permukaan laut, dan terletak pada 116º28′ BT dan pada lintang 8º25′ LS serta memiliki luas kurang lebih 41.330 Ha dan telah direncanakan akan menambah luasnya kea rah barat dan timur menjadi 76.000 ha.

Apabila kita sudah mencapai titik tertinggi di puncak gunung rinjani, maka jika kita melihat keseluruh sisi kita akan bisa melihat sebagian besar pemandangan pulau Lombok bagian utara. Dan pada bagan barat dari kerucut Rinjani terdapat sebuah kaldera yang luasnya sekitar 3500 x 4800 m yang memanjang kea rah timur dan barat.

Di kaldera terdapat segar anak atau lebih akrab di sebut dengan nama Danau segara anak dengan kedalamannya mencapai 230 m serta luasnya sekitar 11.000.000 m persegi. Di danau segara anak terdapat banyak sekali ikan mujair dan ikan mas karena itu di danau segara anak sangat cocok untuk kita memancing. Dan pada bagiian selatan danau segara anak disebut dengan nama segara endut.

Animo dari komunitas para petualang serta para pencinta alam yang ada di seluruh Indonesia bahkan yang ada dari mancanegara dalam kegiatan pendakian sangatlah besar. Semua ini terbukti akan peningkatan jumlah setiap tahunnya para pengunjung yang melakukan pendakian ke gunung rinjani.

Pernah dilakukan pendakian secara besar-besaran ke guung rinjani pada bulan juli hingga agustus, dan pada pertengahan bulan agustus para pelajar atau mahasiswa Indonesia yang mendominasi  peserta pendakian di Gunung Rinjani yang ingin merayakan HUT hari kemerdekaan Indonesia di atas puncak Gunung Rinjani  dan juga di Danau Segara Anak .

Mereka melakukan perayaan Hari HUT kemerdekaan Indonesia dengan melalui acara Tapak Rinjani yang setiap tahun rutin di laksanakan di sana yang di selenggarakan oleh salah satu komunitas pencinta ala yang ada di pulau Lombok yang sudah mempunyai kerja sama dan kesepakatan dengan Balai Taman Nasional Gunung Rinnjani.

Kebanyakan dari para pendaki sering mengawali pendakiannya dari rute Sembalin dan pendakiannya akan berakhir di Senaru. Kenapa para pendaki memilih menggunakan jalur itu? Sebab jika para pendaki melewati jalur tersebut, mereka secara tidak sengaja sudah menghemat perjalanan setinggi 700 m.

Namun pada rute Sembalun sedikit lebih panjang akan tetapi datar dan cuacanya juga lebih panas sebab dia melewati padang savana yang terik dan untuk suhunya tetap dingi akan tetapi teri dari matahari ini yang langsung membakar kulitdan sangat dianjurkan agar memakai krim anti panas matahari.

Apabila kita melewati jalur senaru akan menemukan tanjakan tanpa ada jeda akan tetaapi cuacanya sangat lembut karena jalur yang lalui adalah hutan. Dan dari kedua jalur tad akan membutuh kan waktu hingga 7 jam untuk sampai ke ketinggian 2.641m diatas permukaan laut. Di ketinggian dantempat itu lah pemandanga yang kea rah danau maupun kearah lai sangat bagus.

Danau Segara Anak

Selain keindahan puncak Gunung Rinjani, par pendaki juga suka berburu keindahan Danau Segara Anak. Untuk menuju ke Danau Segara Anak, kamu bisa menempuh melalui dua jalur, yaitu jalur pendakian Senaru dan jalur pendakian Sembalun.

Jika kamu melewati jalur pendakian Senaru, kamu membutuhkan waktu tempuh sekitar 7-10 jam jalan kaki dari pintu gerbang jalur pendakian Senaru. Namun, jika kamu dari jalur pendakian Sembalun, waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke Danau Segara Anak sekitar 8-10 jam.

Kebanyakan para pendaki melewati jalur Sembalun dan mengakhiri melalui jalur pendakian Senaru. Karena dengan melalui jalur Sembalun, kamu akan bisa menghemat sebanyak 700 m ketinggian.

Jalur pendakian Sembalun memiliki jalur yang agak panjang namun datar. Sedangkan cuacanya sangat panas karena melewati padang savana yang terik. Sedangkan, jalur pendakian Senaru memiliki tanjakan yang cukup tajam dan tanpa jeda. Namun, kondisi cuaca lembut karena melewati hutan.

Danau ini memiliki ketinggian sekitar 2.010 m dpl dengan kedalam sekitar 230 m dan bentuknya seperti bulan sabit.

Danau Segara Anak, adalah salah satu danau di Indonesia yang sangat indah. Danau yang dilihat dari berbagai sisi pun masih terlihat keindahannya. Pemandangan air yang tenang dari danau ini dapat menenggelamkanmu ke nikmatnya rasa rileks. Selain itu danau ini juga menjadi ekosistem yang menampun hewan dan tumbuhan air di Rinjani.

Walaupun Danau Segara Anak memiliki keindahan yang cukup luar biasa, tetapi untuk mencapainya kita harus terlebih dahulu mendaki Gunung Rinjani. Salah satu gunung tertinggi yang ada di Pulau Lombok. Gunung Rinjani pun juga menawarkan keindahan gunung yang luar biasa. Tak ayal Gunung Rinjani menjadi salah satu gunung yang diminati oleh penggiat alam, baik dalam negeri maupun mancanegara.

Selain terkenal dengan keindahannya, Danau Segara Anak juga bisa dijadikan tempat memancing. Kalaupun kamu tidak ingin memancing, di sekitaran Danau Segara Anak terdapat beberapa sumber mata air panas. Kamu bisa mandi di sana atau sekedar merendam kakimu sebagai istirahat setelah mendaki Gunung Rinjani.

Di tengah Danau segara anak juga ada anak gunung rinjani, namanya adalah gunung baru jari. Gunung ini pernah sempat meletus ketika tahun 2015. Pada saat itu diberlakukan larangan mendaki untuk para pendaki.

Tetapi selain terkenal dengan keindahan, sebagaimana gunung pada umumnya, Gunung Rinjani memiliki beberapa mitos. Pun dengan danau segara anak. Sebagian besar masyarakat yang mendiami Gunung Rinjani masih percaya kepada mitos tersebut. Bahkan mereka masih melakukan ritual rutin di Danau Segara Anak. Hal ini menjadikan sebagian pendaki gunung juga percara kepada mitos tersebut.

Salah satu mitos yang paling populer adalah adanya jin dan makhluk halus yang menghuni Danau Segara Anak.Masyarakat Hindu dan Suku Sasak adalah yang masih paling mempercayai hal itu. Oleh karenanya mereka selalu mengadakan ritual tertentu pada tanggal tertentu pula, dengan tujuan agar makhluk halus di sana tidak menganggu masyarakat di sekitar sana maupun para tamu pendaki.

Salah satu upacara yang mereka lakukan adala upacara wettu tetelu. Upacara tersebut ditujukan untuk menghormati Dewi Enjeni, yaitu yang dipercayai sebagai penunggu Danau Segara Anak. Selain itu ada juga ritual Mulang Pakelem. Ritual tersebut adalah ritual untuk meminta hujan kepada Dewi Anjeni. Ritual dilakukan dengan cara memberikan sesaji kepada yang dipercayai sebagai Dewi Anjeni terebut.

Selain tentang Dewi Anjani, Danau selauas 1100 hektar tersebut memiliki mitos lainnya yang biasa diceritakan pada malam hari. Seorang porter bercerita bahwa Danau ini memang angker. Ia berkisah bahwa seorang wisatawan pernah melihat kuda putih terbang di Danau Segara Anak ini. Di lain waktu, terkadang orang yang memiliki “kelebihan dalam penglihatan” melihat orang yang sudah meninggal atau akan meninggal berjalan di atas danau ini. Di samping itu ada juga orang yang mencari pesugihan dan kekebalan datang ke Danau Segara Anak untuk melakukan ritual.

Di kawasan Gunung Rinjani juga terdapat pohon tua yang dikeramatkan warga sekitar. Memurut mereka bila kita menggantung batu di pohon tersebut kemudian berdoa di depan batu tersebut, maka keinginan kita pasti akan terkabulkan. Tetapi syaratnya jikalau keinginan kita sudah terkabulkan kita harus kembali ke pohon itu untuk mengambil batu yang sudah kita gantung di pohon tersebut.

Itulah tentang mitos-mitos yang terdapat pada Danau Segara Anak. Sebagai umat muslim kita memang percaya bahwa ada makhluk halus, tidak hanya di Danau Segara Anak, tetapi bisa di mana saja. Tetapi kita tetap harus menjaga diri kita dari perbuatan syirik.

Pendakian

Dalam keadaan aman, ada saja orang yang mendaki Gunung Rinjani ini, baik pendaki lokal maupun mancanegara. Terlebih pada bulan Juni-Agustus, pengunjung akan membeludak dan kebanyakan adalah para mahasiswa, pecinta alam dan penduduk lokal.

Wajar saja jika Gunung Rinjani ini menjadi salah satu gunung pendakian favorit bagi para penghobi daki gunung. Karena gunung ini merupakan gunung tertinggi ke dua di Indonesia. Selain itu sepanjang jalur pendakian pemandangannya sangat luar biasa indah.

Pendakian Gunung Rinjani in normalnya sekitar 4 sampai 5 hari perjalanan. Selain itu ada tiga jalur yang sudah umum dilalui oleh para pendaki, yang diantaranya pendakian via Sembalun, pendakian via Senaru, dan pendakian via Torean.

Namun biasanya para pendaki Gunung Rinjani banyak yang naik pertama kali melalui jalur via Sembalun dan turunnya lewat jalur Senaru, begitupun sebaliknya. Jalur pendakian sepanjang jalan Semabalun-Senaru memberikan keindahan alam yang sangat indah dan luar biasa yang sayang jika terlewatkan.

Kenapa jarang yang mendaki lewat jalur pendakian Torean? Karena pendakian via Torean ini merupakan jalur pendakian yang masih baru dan harus menggunakan jasa guide yang cukup mahal. Karena itu jarang atau belum banyak yang melalui jalur ini seperti dua jalur lainnya.

Untuk menuju basecamp pendakian via sembalun, jika dari Bandara Internasional Lombok bisa menyewa sebuah mobil yang tarifnya mencapai Rp. 500.000 dengan memakan waktu perjalanan kurang lebih selama tiga jam sampai basecamp pendakian via Sembalun.

Pos 1 Pendakian Gunung Rinjani

Awalan dalam mendaki Gunung Rinjani via Semabalun akan melawati sebuah pematang sawah dan ladang penduduk setempat. Setelah itu akan melewati sebuah adang rumput, dan sepanjang mata memandang hanya pandang rumputlah yang dikelilingi oleh sebuah perbukitan yang sangat indah.

Hingga sampai pada pos 1, setelah itu akan melewati jalur padang rumput yang luas dan cukup panas juga. Namun bisa menyegarkan mata saat melewatinya. Kemudian pos sudah dikatakan mulai dekat dan akan sampai jika sudah melewati sebuah jembatan dengan airnya yang sudah kering dan juga terdapat sebuah tanda petunjuk arah menuju pos 1.

Pos 1 menuju pos ke 2

Setelah sampai pada pos pertama, dilanjut dengan melanjutkan perjalanan pendakian dari pos pertama menuju pos kedua. Dari pos pertama k epos yang kedua ternyata mebutuhkan waktu yang cukup lama juga dengan trek sedikit menanjak dan sesekali melewati sebuah rerimbunan pohon yang bisa digunakan untuk peristirahatan.

Ditengah padang rumput yang luas ada sebuah shelter yang bisa dimanfaatkan untuk melepas lelah sebentar supaya bisa melanjutkan perjalanan lagi.

Pos kedua ini berdekatan dengan sebuah jembatan dan di pos kedua ini bisa dimanfaatkan untuk lokasi camp karena lokasi di pos kedua ini cukup luas. Selain lokasinya yang luas dan datar, juga terdapat sumber air yang bisa dimanfaatkan juga.

Pos 2 menuju Plawangan

Pada jalur ini dari pos kedua menuju Plawangan lumayan jauh dan sangat menguras tenaga. Pada jalur ini, treknya lumayan bertambah berat dengan medan yang menanjak dan tanahnya pun padat serta bercampur dengan batu-batu yang cukup besar.

Selain itu dijalur ini juga sangat minim sekali pepohonan yang menghalangi dari sengatan matahari dan menambah beban pendakian. Jalur ke Plawangan ini harus melewati sebuah bukit yang berjumlah 7. Bukit ini lumayan teduh namun cukup melelahkan juga.

Ketika nanti sudah sampai di dekat sungai, ada sebuah shelter di dekat gua yang areanya cukup luas untuk dimanfaatkan beristirahat. Namun disana akan banyak ditemui kera-kera yang sedang mencari makan dari para pendaki Gunung Rinjani.

Plawangan merupakan pos terakhir dari pendakian Gunung Rinjani sebelum Summit. Segara Anakan akan tampak di pos terakhir ini. Selain itu puncak Gunung Rinjani akan terlihat menjulang dengan sebuah lerengnya yang bergaris indah.

Plawangan menuju Puncak Gunung Rinjani

Jika ingin mendapatkan sunrise, lebih baik summit ke puncak dilakukan pada dini hari. Jalur trek pendakian ke Puncak Rinjani ini berupa sebuah jalan berpasir padat serta berbelok-belok. Batas dari vegetasi ini berupa sebuah jalur tanah padat yang panjang.

Di kawasan tersebut berhembus angina yang cukup kencang bercampur dingin dan sangat rawan terhadap badai malam. Di area ini jarang bebatuan yang berguna untuk berlindung dari badai malam, namun jika semakin ke atas bebatuan yang lumayan besar, panjang dan lebar bisa berlindung dari badai malam.

Jalur selanjutnya merupakan sebuah jalan berpasir dengan pasir yang lebih tebal daripada sebelumnya. Jalur ini lumayan panjang, jadi jangan lupa untuk membawa kebutuhan secukupnya untuk sampai ke puncak.

Disinilah tampak pemandangan bebatuan lereng Gunung Rinjani yang terlihat begitu mempesona. Disebelah kiri lereng tumbuh sebuah bunga edelweiss dan lereng sebelah kanan terlihat Segara Anakan yang diapit oleh lereng Gunung Rinjani.

Dan setelah melewati sebuah batu besar, puncak Gunung Rinjani sudah semakin dekat. Dan sesampainya di puncak Gunung Rinjani, akan tampak sebuah deretan pegunungan dan Segara Anakan yang terlihat sangat mempesona dan sangat indah dengan airnya yang kebiruan.

Kejadian

Gunung Rinjani merupakan surga bagi para pecinta alam dan Para pendaki gunung. Para pendaki dapat menempuh jalan senaru dan jalan pendakian sembalun, yang rata-rata ditempuh dalam waktu sekitar 7 sampai 10 jam. lamanya perjalanan dikarenakan jarak yang di tempuh sekitar 8 kilometer, yang dilakukan dengan berjalan kaki sambil menikmati pemandangan Gunung Rinjani.

Ada objek wisata lain di sekitar Gunung Rinjani yaitu Danau Segara Anakan yang merupakan hulu sungai Koko Puteq, dimana banyak orang menggunakannya sebagi tempat meditasi. Danau ini juga dimanfaatkan sebagian wisatawan sebagai tempat berkemah, memancing dan penduduk Lombok sendiri sering mengunjungi tempat tersebut untuk memanjakan diri dengan cara berendam di kolam air panas.

Akan tetapi dibalik keindahan gunung Rinjani, ada sebuah misteri yang tidak pernah terkuak. Misteri ini yang berkaitan dengan alam gaib dan para penghuni-penghuni awal gunung Rinjani yang berwujud kasat mata. Di bab ini, kita akan mengesampingkan terlebih dahulu keindahan gunung Rinjani dan membahas kisah misteri ini.

Misteri dibalik Pegunungan Rinjani

Gunung Rinjani masih tergolong gunung merapi aktif yang terletak di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gunung Rinjani ini juga merupakan gunung tertinggi kedua yang mempunyai titik tinggi tertinggi 3.726 m dpl.

Gunung Rinjani merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung merapi yang berada pada lintang 8°25’ LS dan 116°28’ BT luas 41.330 ha dengan pemandangan luar biasa indahnya dan pada saat ini masih dalam perluasan area. Secara stratigrafi, aktivitas gunung rinjani ini merupakan pembangunan kembali dari pembentukan kadera.

Seperti kita ketahui, sejak tahun 1847 Gunung Rinjani telah terjadi peletusan sebanyak 7 kali dengan istirahat terpendek minimal 1 tahun dan terpanjang 38 tahun. Konon kata penduduk serta masyarakat Lombok, puncak Gunung Rinjani dihuni oleh sesosok ratu jin yang bernama Dewi Ajani.

Menurut cerita rakyat daerah sekitar, Ratu Dewi Anjani adalah Putri Raja yang mempunyai kisah cinta yang tidak sampai, lantaran dari keluarga kerajaan melarangnya untuk menikah dengan seseorang yang bukan dari keturunan seorang raja.
Sehingga akhirnya Dewi Anjani inipun menghilang di sebuah titik mata air yang bernama Mandala. Makanya saat ini masyarakat Lombok sangat percaya bila Dewi Anjani menjadi penguasa dunia gaib di puncak gunung tersebut.

Tempat bersemayam ratu jin ini disebut Segara Muncar. Katanya pada waktu tertentu istana ratu jin tersebut dapat dilihat dengan kasat mata. Dipengunungan rinjani ini juga terdapat tempat yang diyakini tidak dapat dilalui oleh orang-orang karena memiliki kekuatan gaib.

Konon, pernah ada seseorang yang tidak percaya dan memasuki tempat tersebut, kemudian ia membawa perlengkapan yang cukup canggih agar dapat kembali pulang tetapi alhasil diapun menghilang dan tak pernah ditemukan. Kisah yang sama juga pernah terjadi pada 2 wisatawan asal Kanada di danau.

Dengan keberanian yang cukup besar mereka ingin membuktikan bahwa kebenaran cerita rakyat setempat. Mereka pun berenang dari tepi ke tengah-tengah danau tersebut dan pada akhirnya hampir mati tenggelam. Mereka tau bahwa air yang berada di danau itu tidak terlalu dalam, tetapi seakan-akan ada sesuatu yang menarik kaki mereka dari bawah danau tersebut.

Di kisah lain juga pernah diceritakan tentang seorang wisatawan Jepang yang mondar-mandir di tepian danau ini untuk mencari sepatunya yang hilang sebelah. Dia pun memutuskan untuk berjalan ke tengah danau dan pada akhirnya ia tak pernah muncul lagi setelah itu. Setelah beberapa hari kemudian barulah jasadnya ditemukan sudah mengapung di permukaan danau.

Sebagai warga Indonesia, kisah atau kejadian mengenai penghuni halus pegunungan seperti ini sudah sering kita dengar sebelumnya. Banyak sekali orang yang mengakui bahwa kejadian atau peristiwa mistis seperti ini terjadi di hadapan mereka sendiri, sehingga sulit untuk tidak percaya walaupun logika berusaha menolak.

Berita

Gunung Rinjani merupakan gunung dengan panorama yang paling bagus diantara gunung- gunung yang ada di Indonesia. Keeksotisan panorama dari gunung rinjani mampu menghipnotis setiap pendaki yang berhasil menaklukan jalan terjal menuju puncak dari gunung rinjani yang memiliki ketinggian 3726 meter dan tercatat sebagai gunung yang tertinggi ke 2 yang ada di Indonesia.

Bagi anak- anak yang menyukai tantangan untuk menaklukan ketinggian sebuah gunung, gunung rinjani merupakan gunung yang wajib untuk di taklukan. Ada ungkapan para pendaki gunung ” Loe ga bisa di bilang anak gunung kalau loe ga pernah menginjakan kaki di atas ketinggian 3726 meter gunung rinjani “.

Dengan adanya ungkapan tersebut para pendaki gunung menjadikan gunung rinjani sebagai sebuah mimpi- mimpi kecil yang harus ditaklukan. Keindahan Gunung rinjani juga telah menarik hai para produser film yang ada di Indonesia untuk membuat cerita yang berlatar belakang tentang perjuangan untuk dapat menaklukan keindahan dari gunung rinjani tersebut.

Film film itu berhasil masuk box office dan telah menyedot animo dari masyarakat indonesia yang penasaran dengan keindahan yang terdapat di Gunung rinjani. Dan berikut beberapa film yang mengangkat cerita tentang keindahan dari Gunung Rinjani.

Romeo Rinjani 2015

Film ini rilis pada tahun 2015 merupakan fillm yang akan membawa kamu kepada romantisme suasana dari gunung rinjani. Dalam film ini banyak tersaji pemandangan indah nan eksotis dalam setiap scene nya. Sutradara dari film ini adalah seorang sutradara kawakan bernama Fajar Bustomi dan diproduseri oleh Faiz Servia dan chand Parwez Servia.

Film ini bercerita tentang seorang pria yang bernama Romeo ( Deva Mahenra) seorang fotografer freelance pada salah satu majalah outdoor adventure , Romeo merupakan seorang pria yang terkenal sering bergonta- ganti pacar. Hingga pada suatu ketika pacar- pacar tersebut mendatangi romeo dan meminta agar romeo dapat menikahi mereka, akan tetapi Romeo segera meninggalkan mereka.

Suatu hari Raline (Kimberly Rider) yang merupakan kekasih Romeo, mengatakan jika dia tengah hamil. Raline sendiri meminta Romeo untuk bertanggung jawab dengan segera menikahinya. Romeo sebeneranya setuju akan permintaan Raline namun dia meminta sedikit waktu untuk menyelesaikan kontrak kerjanya yakni mengambil foto-foto di gunung Rinjani.

Saat melakukan perjalanan menuju Rinjani, Romeo bertemu dengan Sharon (Alexa Key). Romeo sendiri langsung merasa jika dirinya mempunyai kecocokan dengan Sharon karena memiliki beberapa kesamaan serta prinsip yang sama yakni tidak percaya akan pernikahan serta memiliki jiwa petualang.

Saat berada di gunung Rinjani Romeo sempat menggoda Sharon hingga mengajaknya untuk berenang di Danany, namun malangnya Romeo justru dikerjai oleh Sharon. Sharon pun tiba-tiba menghilang dengan membawa serta tas Romeo. Tak hanya itu Sharon juga menjebak Romeo di sebuah perangkap binatang hingga Romeo pun tergantung di sebuah pohon hingga semalaman.

Suatu ketika saat Raline dan Romeo tengah memeprsiapkan gedung pernikahannya, Romeo melihat raline sedang ngobrol berdua dengan Sharon. Dari situlah Romeo tahu bahwa Sharon adalah teman Raline bahkan Romeo juga mulai mencurigai jika Raline memang memiliki rencana dengan Sharon untuk menjebaknya.

Nah itu dia sinopsis singkat dari Romeo rinjani, untuk lebih lengkapnya bisa kamu download aja filmnya. Dijamin seru, kamu akan disuguhkan pemandangan alam dari gunung rinjani yang begitu eksotis.

Leher Angsa 2013

Selain Romeo RInjani ada satu lagi film yang berlatar belakang keindahan alam Gunung rinjani. Filmnya bernama Leher Angsa 2013, Film ini menceritakan tentang seorang anak bernama Aswin yang tinggal pada sebuah desa yang seluruh penduduknya menggunakan kali (sungai) untuk buang air besar.

Di desa Tersebut hanya ada satu fasilitas buang air besar wc yang diberi nama Leher Angsa yang dimiliki oleh kepala desa. Film ini di sutradarai oleh Ari sihasale serta para pemain utamanya Lukman Sardi, Alexandra Gottardo, Teuku Rifny, Tike Priyatnakusumah dan Ringgo Agusrahman. Film ini menarik berlatar belakang keramahan suasana pedesaan yang berada di gunung rinjani.

Fakta

Gunung Rinjani merupakan gunung tertinggi nomor 2 di Indonesia dengan ketinggian 3.726 m diatas permukaan laut, setelah Gunung Jaya Wijaya Papua dan Gunung Kerinci Sumatera Barat. Selain menjadi gunung tertinggi gunung ini juga mempunyai  keindahan yang sangat luar biasa, seluruh pelosok di negeri ini sudah mengetahuinya.

Bahkan pendaki dari mancanegaran juga sering gunung ini. Mereka bisa berlama-lamaan camping dan memancing di gunung rinjani, karena di gunung rinjani ada danau yang masih terjaga lingkungannya, sehingga terdapat ikan yang banyak dan besar. Gunung Rinjani juga sering disebut dengan Gunung pantai.

Karena memiliki padang savana yang terhampar sangat luas seperti halnya dengan afrika yang memiliki rumput-rumput hijau. Cuaca disini juga sangat panas,seakan-akan berjalan di pinggir pantai dengan sinar matahari yang terik. Sangat disarankan jika mau memendaki Gunung Rinjani harus menggunakan Topi dan juga Sunblock untuk melindungi kulit dari matahari.

Gunung Rinnjani mempunya sistem pengelolaan yang baik, sistem ini di keloleh oleh Rinjani Tracking Management Board (RTMB). Yang mana RTMB ini dikelola oleh pemerintah dan juga melibatkan masyarakat setempat  untuk mengelolanya. Sehingga membuat Gunung Rinjani mendapatkan penghargaan sebagai Gunung dengan tata kelola terbaik di Asia Tenggara.

Selain itu datang lagi penghargaan dari dunia yaitu World Legacy Award pada tahun 20014 karena mampu mengembangkan Gunung Rinjani sebagai wisata ekologi dan masyarakat. Kemudian di tahun 2005 Gunung Rinjani tembus 3 besar dalam  Tourism for Tommorow Award, dan di tahun 2007 masuk lagi di Tourism for Tommorow Award sebagai finalis.

Gunung Rinjani di yakini masyarakat sasak memiliki nilai spiritual dan sebagai penopang ekosistem di Indonesia. Jadi karena itu, hubungan antara masyarakat sasak dengan Gunung Rinjani bukan di sebabkan karena kehidupan ekonomi saja, namun mencakup cukup banyak seperti ekologi, spiritual, keharmonian dalam bermasyarakat dan yang lainnya.

Karena memiliki nilai spiritual tinggi, semua rumah masyarakat lokal menghadap ke arah Gunung Rinjani, hal itu dilakukan sebagai penghormatan. Selain itu juga warga sekitar tidak ada yang berani mengambil rumput ilalang di kawasan Rinjani untuk selanjutnya mereka jadikan dinding ataupun atap rumah. karena hal itu di anggap menghina Dewi Rinjani.

Eksotisme yang ada pada garis persinggungan ataupun garis batas yang ada pada Gunung Rinjani, terdapat panorama bentang alam Rinjani yang tidak bisa di deskripsikan oleh kata-kata, sangat jarang sekali gunung lainnya yang seperti gunung ini.

Ya, Gunung Rinjani adalah gunung yang berada di zona transisi Garis Walacea, garis imajiner, yang menjadi pemisah antara flora dan fauna menjadi dua bagian. Di gunung inilah flora dan fauna tropis Asia melakukan pertemuan dengan flora fauna dari Australia.

Seperti kijang, musang rinjani, lutung budeng, burung penghisap madu, trenggiling, merupakan beberapa contoh fauna yang dapat kita jumpai du Gunung Rinjani. Gunung ini juga dikelilingin dengan ekosistem hutan hujan pegunungan rendah, hutan hujan pegunungan tinggi, hingga savana yang luas.

Yang menariknya lagi adalah terdapat bunga edelweis yang sangat banyak di savana tersebut. Karena sebab itulah Gunung Rinjani dikenal dengan gunung yang memiliki trek pendakian bintang 5 karena heterogenitas ekosistemnya. Secara Religi, Gunung Rinjani merupakan kawasan pertemuan atau persinggungan dari dua agama, yaitu Agama Hindu dan Islam.

Khususnya dengan Islam Watu Telu. Di Danau Segaran Anak biasanya menjadi tempat Watu Telu untuk berdoa pada malam bulan purnama atau sebagai tempat ritual larung persembangahan oleh masyarakat Hindu. Walaupun mereka memiliki tradisi yang berbeda namun mereka tetap menjaga filosofi persaudaraan dan hidup dengan cinta damai.

Keunikan Gunung Rinjani

Selain sebagai destinasi favorit pendaki, Gunung Rinjani merupakan salah satu tempat pemeluk Agama Hindu melakukan upacara keagamaan. Upacara Agama Hindu paling besar di Gunung Rinjani adalah Upacara Mulang Pekelem dan Bumi Sudha. Ritual keagamaan ini diadakan tiap lima tahun sekali. Konon upacara ini telah dilaksanakan sejak abad ke-16.

Saking besar acaranya, tidak hanya pemeluk Agama Hindu di Lombok yang hadir. Peserta dari Kalimantan, Jawa dan Bali berbondong-bondong menuju Gunung Rinjani. Tiap peserta harus mendaki Gunung Rinjani selama tiga hari untuk menuju Danau Segara Anak, tempat berlangsungnya Upacara Mulang Pekelem dan Bumi Sudha.

Waktu yang tersita tidaklah sedikit. Energi pasti terkuras banyak menyebabkan pikiran ikut lelah. Kesulitan bertambah karena hawa dingin pegunungan menusuk sampai ke tulang. Namun kuatnya niat para peserta mengalahkan semua halangan tersebut. Baik Laki-laki, perempuan, anak-anak maupun orang tua, memiliki semangat yang tinggi untuk sampai ke Danau Segara Anak.

Tidak ada keluh kesah sepanjang perjalanan. Upacara Mulang Pekelem dan Bumi Sudha adalah refleksi dari konsep Tri Hita Karana. Dalam konsep ini menuturkan perlunya pengorbanan yang suci agar alam dibersikan dari kekuatan jahat. Ketika alam kembali bersih, maka manusia dapat hidup berdampingan dengan alam di sekitarnya dalam sebuah harmoni.

Prosesi Upacara Mulang Pekelem dan Bumi Sudha

Seluruh masyarakat Hindu berkumpul di Pura Jagadnata. Mereka melantunkan kidung Pangruwat Bumi serta berdoa secara khusyuk dan mempersembahkan tarian suci kepada Jagad Dewanata. Ritual tersebut adalah awal dari Upacara Mulang Pekelem dan Bumi Sudha. Puncak acaranya sendiri selalu digelar saat bulan purnama bulan kelima di Danau Segara Anak yang letaknya dekat dengan puncak Gunung Rinjani.

Setelah ritual pertama selesai, para pemeluk Agama Hindu akan melakukan pendakian. Perlu waktu 3 hari untuk sampai ke sebuah tempat yang mempertemukan 3 sumber mata air. Tempat ini dikenal dengan nama Poprok. Poprok atau yang disebut juga Tirta Pecampuran ini menjadi pertemuan antara air panas dari magma Gunung Rinjani.

Air belerang dari sumber lain dan air dingin dari Segara Anak. Banyak yang meyakini bahwa tempat ini sangat kuat energi spritualnya. Sampai pagi mereka beristirahat di Poprok sebelum meneruskan 8 jam perjalanan sisa menuju Danau Segara anak. Selama 8 jam itu para peserta berhenti di spot-spot tertentu untuk sembahyang.

Bagi yang kelelahan, mereka akan memanfaatkan waktu-waktu berhenti untuk beristirahat. Lelah tak lagi dirasa ketika mereka akhirnya sampai di Danau Segara Anak. Para peserta langsung mempersiapkan upacara. Pure sementara dibangun bersama-sama. Penjor didirikan sebagai tanda bahwa upacara suci sedang berlangsung.

Pada sembilan arah mata angin telah dipasang cerucuk yang berisi sesaji dan bebanten. Terjadi kerasukan saat malam hari yang merupakan pertanda bahwa upacara dimulai. Upacara ini disebut Upacara Melaspas dan Nuhur. Melaspas bertujuan agar tempat upacara suci dari kekuatan jahat yang berniat menganggu.

Sedangkan Nuhur dilantukan sebagai bentuk undangan kepada semua Dewat penunggu Gunung Rinjani agar mengiri upacara.
Saat purnama bulan kelima sudah muncul, para peserta menggelar Yadnya Bumi Sudha dan Mulang Pekelempun. Para penari mempersembahkan tarian suci untuk para Dewata dan Kala agar tidak ada gangguan selama uparaca.

Sumber : https://www.satujam.com

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous reading
Surga Tersembunyi di Gunung Rinjani, Lombok Indonesia
Next reading
Dibalik Mitos yang Masih Mendarah Daging, Gunung Rinjani Semakin Menarik Untuk Didaki