Sudah sejak lama, bahwa Gunung Rinjani sering disebut sebut sebagai sebuah simbol kesakralan dan mistis yang ada di Pulau Lombok, baik bagi suku asli Sasak yang mayoritas beragama Islam maupun bagi Suku Bali yang beragama Hindu. Mitos dan legenda, pantangan dan larangan yang berkembang menjadi kepercayaan turun temurun membuat Gunung Rinjani menjadi semakin menarik untuk dieksplorasi, terutama bagi Dolaners para pecinta alam yang hobby menjelajah, baik alam nyata maupun alam gaib. Dikatakan bahwa dai zaman nenek moyang terdahulu, Gunung Rinjani telah menjadi sumber inspirasi, kekuatan dan kehidupan bagi masyarakat Lombok dan Bali (terutama yang menetap di Lombok) dalam arti yang seluas luasnya. Mungkin karena hal ini lah, selain panoraman keindahan alamnya yang indah, Gunung Rinjani juga sering dikatakan menyimpan mitos yang belum banyak diketahui masyarakat luas. Apa saja mitos yang tersimpan di balik si cantik Rinjani. Berikut ini adalah jawabannya.

 

1. Jika Segara Anak terlihat luas dimata Dolaners, itu tandanya Dolaners akan memiliki umur yang panjang. Dan begitu juga sebaliknya

Segara Anak adalah salah satu spot favorite yang ada di Gunung Rinjani. Namun tahukah Dolaners bahwa dibalik keindahan terselip sebuah mitos yang membuat jantung berdebar. Danau yang satu ini menyimpan begitu banyak misteri dan kekuatan gaib. Konon katanya, apabila Dolaners melihat danau Segara Anak kelihatan luas berarti umur Dolaners masih panjang, sebaliknya bila Dolaners memandang Danau Segara Anak Gunung Rinjani kelihatan sempit berarti umur Dolaners tinggal sebentar. Danau Segara Anak dipercaya memberikan suatu peringatan kepada setiap insan untuk memanfaatkan waktu yang dimiliki dengan semua hal baik. Untuk itu harus melakukan pembersihan diri dengan cara berjiwa tenang, bangkit dengan semangat baru, dan pandanglah kembali danau sepuas puasnya. Untuk itulah, di kawasan ini setiap tahunnya diadakan upacara adat oleh masyarakat beragama Hindu Bali ataupun masyarakat Sasak. Untuk masyarakat Hindu Bali upacara dilakukan sebanyak dua kali dalam satu tahun sedangkan untuk masyarakat Sasak dapat mengadakan upacara adat berulang-ulang kali setiap tahunnya di Danau ini.

 

2. Aik Kalak, tempat pemandian Adipati Surabaya Raden Mas Jayengrana

Tak hanya Segara Anak saja, Gunung Rinjani juga memiliki spot lain dengan keindahan yang taka kalah. Bernama Aik Kalak, atau yang dalam bahasa Sasak berarti Air Panas, tempat yang satu ini juga di klaim menyimpan sebuah cerita mistis didalamnya. Aik Kalak sendiri berlokasi disekitar lereng Gunung Rinjani. Aik Kalak adalah nama dari sumber air panas tersebut. Se-misteri namanya, pemandian sumber air panas yang satu ini dipercaya bahwa dahulu merupakan tempat pemandian dari Jayengrana. Jayengrana sendiri merupakan sebuah tokoh utama dari pewayangan yang popular dikenal dikalangan Gumi Sasak.

 

3. Sosok Rupawan bernama Dewi Anjani, sang penunggu Gunung Rinjani

Puncak Gunung Rinjani diyakini oleh masyarakat Lombok sebagai tempat bersemayam ratu jin. Ratu ini disebut sebut sebagai penguasa sekaligus penjaga sang Rinjani yang bernama Dewi Anjani. Dari puncak ke arah tenggara terdapat sebuah kaldera lautan debu yang dinamakan Segara Muncar. Pada saat saat tertentu, bagi sebagian orang dapat melihat dengan kasat mata adanya sebuah Istana Ratu Jin. Namun Dolaners tak perlu ketakutan dulu, karena pengikutnya adalah golongan jin yang baik baik. Menurut kisah masyarakat Lombok Dewi Anjani adalah seorang putri raja yang tidak diijinkan oleh ayahnya menikah dengan kekasih pilihannya, maka ia pun menghilang di sebuah mata air yang bernama Mandala, dan akhirnya dia menjadi penguasa dunia gaib.

 

4. Gua Susu yang dikeramatkan sebagai tempat suatu kelompok dalam menyempurnakan ilmu spiritual

Gua Susu, dari namanya saja sangat unik sekali bukan? Tak hanya unik, gua yang satu ini juga menyimpan sebuah ceritan yang akan membuat Dolaners bergidik merinding. Ketika mengunjungi spot Gua Susu ini di Gunung Rinjani, kesan pertama yang akan Dolaners rasakan adalah penampakan sekelilingnya yang cukup sunyi dan menyeramkan, banyak kain putih digantungkan di sekitar mulut Gua. Hal ini terjadi karena memang menurut warga sekitar Gua Susu Gunung Rinjani ini memang sering digunakan untuk tempat peribadatan suatu golongan orang. Gua Susu sering dijadikan tempat bersemedi. Namun, tidak sembarang orang bisa bersemedi di dalam Gua Susu Gunung Rinjani. Menurut cerita, apabila orang yang bersemedi memiliki niat jahat, maka dia seketika meninggal di dalam gua yang suhunya memang sangat panas, ini karena terdapat sumber air panas disekitarnya.

 

5. Mitos tentang kata-kata keluh kesah dan penuh ke khawatiran yang keluar dari mulut Dolaners

Berada di seuatu tempat yang belum pernah dikunjungi sebelumnya, memang mengharuskan Dolaners harus menjaga perilaku dan juga perkataan. Apalgi jika tempat yang dikunjungi berupa alam yang masih sangat terjaga dan ‘dijaga’. Begitu pula ketika Dolaners sedang berada di Gunung Rinjani, konon di spot spot tertentu, apabila Dolaners berkeluh kesah atau mengungkapkan kata kata yang menunjukkan kekhawatiran maka hal yang dikhawatirkan tersebut akan serta merta menjadi kenyataan. Semisal Dolaners berkata akan ada angin kencang, maka seketika angin kencang yang Dolaners maksud akan benar datang. Jadi gimana masih mau berkata sembarangan di Gunung? Pikir dua kali deh ya!

 

6. Golongan Tarekat tertentu menjadikan Gunung Rinjani sebagai tempat menunaikan ibadah

Mungkin Dolaners akan terkejut jika mengetahui mitos yang satu ini. Menurut masyarakat setempat, golongan penganut paham tarekat menunaikan ibadah haji ke Gunung Rinjani. Pasti Dolaners kaget sekali bukan? Tak hanya itu saja, banyak orang sakti dan mandera guna juga menyempurnakan ilmunya di sana. Mereka juga mengetes kekuatan keris dan senjata di beberapa pemandian atau pengkereman yang ada di sekitar Danau Sagara Anak. Dan tidak jarang pula masyarakat Lombok yang melakukan tapaberata di tempat tempat yang dianggap suci di tempat itu dan banyak lagi cerita cerita tentang nilai mistis Gunung Rinjani yang belum banyak diketahui masyarakat luas. Yang penting Dolaners harus memiliki keyakinan bahwa semua ini terjadi atas kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa.

Sumber : https://dolandolen.com

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous reading
Mengenal Lebih Dekat dengan Gunung Rinjani
Next reading
Cabut Bunga Edelweis di Gunung Rinjani, 5 Pendaki Malah Ditunjuk Menjadi Duta Pelestarian, Kok Bisa?